Jumat, 19 Oktober 2018

Yuk Cari Tahu Sampah Anorganik yang Dapat Didaur Ulang

Seandainya sampah tidak didaur ulang apa jadinya? Lingkungan kita akan penuh dengan sampah. Tempat penampungan sampah tidak akan bertahan lama dan akan segerah penuh. Mungkin diantara kita ada yang masih ingat tragedi meletusnya tumpukan sampah di TPA Leuwi Gajah yang memakan korban dengan tertimbunnya masyarakat desa yang ada di sekitarnya seperti bencana gunung berapi. Kita semua tentunya tidak menginginkan bencana itu terulang kembali.


sampah anorganik daur ulang
Tempat Sampah Organik dan Anorganik


Siapa sih penghasil sampah? ya kita ini sebagai manusia menghasilkan sampah dari aktivitas hidupnya. Baik sampah yang merupakan sekresi tubuh atau sampah dari kegiatan sehari-hari. Sampah ini secara umum terbagi dua macam yaitu sampah organik dan anorganik. Sampah organik merupakan sampah yang mudah terurai, biasanya berasal dari bahan organik seperti tumbuhan dan hewan. Sedangkan sampah anorganik merupakan sampah yang sulit terurai seperti plastik, kaca, besi dan lain sebagainya.

Sampah agar tidak menjadi sampah diperlukan sebuah proses daur ulang. Kita mungkin kenal istilah 3R (Reduce, Reuse dan Recycle), Reduce yaitu mengurangi jumlah sampah. Jika berbelanja usahakan membawa tas dari rumah, sehingga tidak membeli kresek atau kantong asoy sehingga sampah plastik dikurangi. Gunakanlah sapu tangan sehingga sampah tissu akan berkurang. Reuse adalah memanfaatkan kembali sampah seperti kaleng cat digunakan untuk pot bunga, memaanfaatkan bungkus dengan plastik bekas, pembuatan kerajinan dari barang bekas dan lain sebagainya. Nilai ekonomi sampah masih ada dan bermanfaat. Recycle atau mendaur ulang adalah merubah bentuk menjadi bentuk lain sehingga masih bermanfaat. Untuk sampah organik menjadi kompos sedangkan sampah anorganik menjadi barang-barang lain sesuai jenisnya.




Jenis sampah anorganik apa saja yang dapat di daur ulang? Berikut ini kita bahas jenis plastik apa saja yang dapat didaur ulang, yaitu:

1. Plastik


Plastik yang dikumpulkan oleh pelaku usaha daur ulang berupa alat rumah tangga berbahan plastik seperti ember, gayung, tempat makanan dan lain sebagainya yang sudah rusak. Sampah ini dilelehkan menjadi bijih plastik sebagai bahan dasar produk baru.


ember daur ulang plastik
Ember dari daur ulang plastik


Di  bagian bawah kemasan sering ada kode atau gambar daur ulang (recycle) disertai dengan nomor kode di tengahnya. Berikut ini adalah arti dari kode nomor tersebut:

Lambang segitiga pada plastik
Lambang segitiga pada plastik

1. PET atau PolyEthylene Terephthalate adalah Jenis Plastik yang hanya bisa sekali pakai, seperti biasa Botol air Mineral dan hampir semua Botol minuman lainnya. Jika pemakaiannya dilakukan secara berulang, terutama menampung air panas, lapisan polimer botol meleleh mengeluarkan zat karsinogenik dan dapat menyebabkan Kanker.

2. HDPE atau High Density PolyEthylene merupakan Jenis Plastik yang Aman jika dibandingkan dengan Jenis Plastik PET karena memiliki sifat tahan terhadap suhu tinggi. Sering dipakai untuk Botol susu yang berwarna putih susu, Tupperware, Botol Galon air minum, dan lain-lain. Meski demikian, jenis plastik disarankan untuk tidak dipakai berulang.

3. PVC atau PolyVinyl Chloride merupakan Jenis Plastik yang sulit didaur ulang, seperti botol-botol Plastik dan Plastik Pembungkus. Jangan gunakan Plastik jenis ini untuk membungkus makanan karena jenis plastik ini memiliki kandungan PVC atau DEHA yang berbahaya untuk Ginjal dan Hati.

4. LDPE atau Low Density PolyEthylene merupakan Jenis Plastik yang bisa didaur Ulang, baik dipakai untuk tempat minuman maupun makanan.

5. PP atau PolyPropylene juga baik digunakan untuk tempat minuman maupun makanan. Jenis Plastik semacam ini lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah dan biasanya digunakan untuk botol minum bayi.

6. PS atau PolyStyrene merupakan Jenis Plastik yang digunakan untuk tempat minum atau makanan sekali pakai. Mengandung bahan bahan Styrine yang berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi dan sistem saraf.

7. OTHER seperti polikarbonat, jernih dan tahan panas, sering digunakan untuk galon air minerl, jerigen. Jenis Melamin Formaldahid (MF) tidak dapat didaur ulang, sifatnya keras, mudah diwarnai, tahan panas. Biasanya untuk alat rumah tangga seperti piring, gelas sendok.


Dengan memahami jenis ini kita dapat mengetahui mana plastik yang dapat reuse atau digunakan kembali atau tidak sehingga harus melalui proses recycle.


2. Logam


Logam yang dapat didaur ulang bisa berupa kaleng, potongan besi, aluminium, kuningan, tembaga, seng dan lain-lainnya. Sampah logam ini dilelehkan menjadi bahan dasar produk baru.

3. Kertas


Kertas dapat didaur ulang menjadi bermacam-macam. Menjadi kardus, atau bungkus kemasan.  Kertas yang dapat didaur ulang adalah yang masih bagus belum rusak karena basah. Sampah kertas dihacurkan manjadi bubur kertas dan diolah menjadi produk baru, seperti kertas koran, dupleks, box atau kardus, tetrapack.

4. Kaca


Sampah kaca yang dapat dikumpulkan untuk didaur ulang dapat berupa botol kaca, gelas kaca atau potongan-potongan kaca. Kaca ini dilebur menjadi produk baru.


Pengumpul Sampah Anorganik Daur Ulang
Pengumpul Sampah Anorganik Untuk Daur Ulang


Proses 3R tersebut di atas dapat berjalan baik apabila pemilahan sampah dilakukan di sumbernya. Rumah tangga merupakan salah satu sumber sampah. Sehingga pemilahan sesuai jenis tersebut dapat dilakukan sehingga kualitas sampah tidak rusak maka dapat didaur ulang dengan baik.
 
Jika kita punya sampah dari beberapa jenis tersebut di atas, biasanya sudah ada yang siap menampung. Pemulung yang mencari. Sampah ini bernilai ekonomi. Oleh karena itu jangan dibuang, sebaiknya dikumpulkan sesuai jenisnya. Kalau tidak dijual dapat dihibahkan kepada pemulung sehingga menjadi pendapatan bagi mereka. Kita dapat beramal melalui sampah.

Rabu, 03 Oktober 2018

Dampak Sosial Pembangunan Jalan Toll Ngawi Kertosono Paket 3

Oleh Anton Sutrisno

 

Pendahuluan

Pembangunan Jalan toll Ngawi-Kertosono telah ditetapkan sebagai program pemerintah melalui Surat Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomer 280/KPTS/M/2006  tentang perubahan Kepmen PU No. 369/KPTS/M/2005 yang berisi tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional. Adapun dokumen ANDAL telah ditetapkan melalui surat keputusan Menteri Negara Lingkungan HIdup No.1 Tahun 2007 tanggal 2 Januari 2007.

Maksud dari pembangunan jalan toll ini ialah langkah antisipasi kepadatan lalu lintas pada jalur pantai utara Jawa, serta sebagai salah satu faktor penunjang percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Kepadatan Lalu Lintas Madiun Kertosono
Kepadatan Lalu Lintas Madiun

Tujuan

Tujuan dari penulisan ini adalah :
  1. Untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap dampak Pembangunan Jalan Tol Ngawi Kertosono pada saat pelaksanaan konstruksi.
  2. Untuk mengetahui pengelolaan lingkungan yang berdampak sosial ekonomi dan kesehatan telah dilakukan sesuai dengan RKL RPL.


Metode

Metode yang digunakan adalah dengan studi pustaka dari literatur yang berkaitan dengan kegiatan Pembangunan Jalan Tol Ngawi Kertosono Paket 3.

PT Adhi Karya di Caruban



Hasil Dan Pembahasan


Dilaporkan bahwa pada awal konstruksi bulan Oktober 2016 hingga Maret 2016, Kegiatan konstruksi ruas jalan tol Ngawi – Kertosono paket 3  menimbulkan dampak positif berupa  :

  1. Tersedianya kesempatan kerja, baik  bagi penduduk setempat maupun luar daerah dalam jumlah banyak, terutama sebagai pekerja dan karyawan konstruksi jalan bersifat skill dan unskill. Kesempatan kerja bersifat hight skill,  misalnya tenaga ahli konsultan dan manager kontraktor. Tenaga bersifat skill misalnya operator alat berat, tukang. Sopir dump truk, sopir mobil operasional, dan sejenisya.
  2. Memberikan peluang kerjasama usaha bagi pengusaha lokal dengan pengusaha nasional, terutama dalam wujud suplai material, rental alat berat, rental dump truk, suplai BBM, dan timbunan tanah serta jasa survey.
  3. Dijelaskan bahwa Selain kedua diatas terdapat dampak positif tidak langsung yang mampu menjadi faktor pendorong peningkatan penghasilan bagi masyarakat umum sekitar lokasi proyek. Penghasilan diperoleh dari hasil penerimaan uang ganti rugi tanah, membuka usaha warung makanan, jasa laundry, hotel dan kontrakan rumah.

Jenis dampak sosial yang merupakan persepsi bersifat negatif yaitu :

a.    Keresahan penduduk pemilik tanah Versus Keterlambatan Pekerjaan Fisik konstruksi.

Hal mana disebabkan oleh keterlambatan penuntasan administrasi tanah dan karena faktor penolakan oleh pemilik tanah. Alasan resah karena kesulitan mengurus surat-surat tanah. Dilain pihak sebagian yang telah lengkap dokumen administrasinya ada yang menolak dengan alasan nilai uang ganti rugi (UGR) yang ditentukan tim appraisal tidak sesuai dengan harapan pemilik, seperti yang dirasakan oleh warga Desa Wonoayu dan Kedung Rejo. Dampak balik akibat keterlambatan pembebasan tanah adalah pekerjaan fisik konstruksi mengalami keterlambatan, sebab beberapa item pekerjaan yang seharusnya bisa dikerjakan, pada saat survey dilakukan belum bisa dilaksanakan.


b.    Gangguan kesehatan


Pekerja dan Penduduk sekitar menyampaikan keluhan, namun tidak terorganisir, keluhan disebabkan oleh pencemaran debu yang timbul di beberapa titik lokasi.

Kontaminasi debu pada kulit dan mata adalah keluhan yang sering disampaikan penduduk dan pekerja di sekitar area proyek. Skala pencemaran debu  dapat dikatakan tinggi, namun bersifat temporary dan bisa diatasi dengan menyiram permukaan jalan dengan air secara rutin sebelum kendaraan melintas diareal yang berdebu.  Seperti yang terjadi di jalur kendaraan truk Desa Klumutan atau Kedung Rejo.

Dapat dijelaskan bahwa saat pengamatan dilakukan masih dijumpai operasi dump truk dan alat berat dalam jumlah banyak, dengan kecepatan lebih dari 20 Km/jam. Hal ini bila dibiarkan dapat menimbulkan sebaran partikel debu yang banyak.

Kecenderungan yang terjadi adalah justru saat ini ada peningkatan operasi kendaraan angkutan tanah untuk timbunan badan jalan.  Pada saat yang bersamaan kondisi cuaca kemarau, sehingga mengakibatkan adanya gangguan debu di trase jalan tol.  Debu yang timbul dapat mengakibatkan resiko penyakit  ISPA (sesak nafas).Upaya Penanganan dampak debu telah dilakukan dengan menyiram secara intensif dan pemakaian masker serta kacamata oleh pekerja konstruksi. Selain itu telah diberlakukan batsan kecepatan laju truk angkutan tanah maksimal 20 Km/jam.

c.    Gangguan kebisingan.


Bising suara memang hanya dikeluhkan beberapa warga di satu desa Klumutan dan pengguna jalan umum, namun sumber utama gangguan kebisingan bukan saja dari operasi alat berat dan mesin diesel proyek semata.  Sebab di sekitar lokasi proyek terdapat pula aktivitas kendaraan umum dan mesin traktor serta mesin pompa air irigasi.


Pekerjaan Pengeprasan Tanah pada Jalan Toll Ngawi Kertosono
Pekerjaan Pengeprasan Tanah pada Jalan Toll Ngawi Kertosono

Sebagai bahan evaluasi aspek sosial dan kesehatan masyarakat di wilayah survey berdasarkan data sekunder  relatif cukup baik. Hal ini dapat terlihat dengan banyaknya keberadaan sarana dan fasilitas kesehatan yang memadai di kabupaten yang akan dilalui rencana jalan tol Ngawi – Kertosono.

Adapun fasilitas kesehatan yang ada di  kabupaten Madiun meliputi  Rumah Sakit Umum milik Pemerintah,Puskesmas Kecamatan, Puskesmas Pembantu, Puskesmas Keliling , Puskesmas dengan tempat tidur perawatan dan  Balai Pengobatan , dengan keberadaan petugas medis dan paramedis.

Dari pantauan catatan medis di Puskesmas terdekat lokasi proyek dapat diketahui Pola penyakit terbanyak yang diderita masyarakat di sekitar lokasi survey adalah ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Atas), Gastritis (Tukak lambung),  Influenza, Dermatitis (Penyakit Kulit), Myalgia (ngilu sendi) dan Diare. Status gizi penduduk umumnya menggambarkan golongan penduduk yang aman gizi, terutama pada anak usia dibawah 5 tahun. Adapun kelompok balita yang yang mengalami gizi buruk bervariasi. Sayangnya konsultan tidak memperoleh data komposisi angka gizi buruk.

Fasilitas sanitasi sebagai sarana penunjang bagi keperluan mandi-cuci-kakus (MCK) secara umum menggunakan WC umum atau kamar mandi umum dan kepemilikan kamar mandi pribadi sesuai dengan kriteria rumah sehat yang disarankan pmerintah. Oleh sebab itu dapat dikatakan kondisi sarana sanitasi di desa-desa sekitar proyek termasuk kategori Saniter. 

Pemenuhan kebutuhan air bersih sebagai hal yang amat penting bagi kehidupan masyarakat sekitar proyek, termasuk bagi karyawan Proyek.  Uumumnya reposnden yang diwawancarai menyatakan air minum dan air mandi cukup tersedia.  Sarana yang biasa dimanfaatkan sbg sumber air bersihadalah  sumur galian / pompa (air tanah) dan berlangganan air PAM yang dikelola PDAM, dimana sebagian besar sumber air berasal dari air sungai.

Adapun rincian gambaran  Tingkat pelayanan kesehatan  masyarakat yang berdekatan jalan tol Ngawi – Kertosono paket 3 sebagi berikut ;

Fasilitas pelayanan kesehatan yang ada di Kabupaten Madiun meliputi 2 RS Umum, 13 Rumah Bersalain, 19 Puskesmas dan  41 Puskesmas Pembantu. Dengan tenaga medis dokter Umum 34 orang, Dokter PTT 14 orang, Dokter gigi PNS 10 orang dan dokter gigi PTT 12 orang, sedangkan tenaga dokter spesialis sebanyak 17 orang hanya terdapat di RSUD.

Status gizi pada anak usia balita yang mencermin status gizi penduduk untuk status gizi buruk  0,7% dan gizi kurang  1%.  Apabila dilihat dari tahun sebelumnya mengalami penurunan.

Sanitasi lingkungan didaerah ini dilihat dari kepemilikan jamban keluarga dan SPAL sebagai sarana pengelolaan limbah keluarga dan RT, yaitu masing2 mencapai 60% dan 57,6%. Sedangkan kesadaran untuk memperbaiki kondisi rumah tinggal sesuai dengan kriteria rumah sehat mencapai 60%. Sumber air bersih untuk air minum umumnya berlangganan air PDAM dan apabila tidak menggunakan air tanah, dimana sumber air bersih yang dikelola berasal dari air sungai.

Dengan kepadatan jumlah penduduk (805 jiwa/km2) berpotensi pula untuk mempermudah terjadinya penularan penyakit melalui udara akibat polusi udara yang meningkat pula.

Status gizi digambarkan pada kelompok rawan gizi yaitu anak dibawah lima tahun (balita) dimana penderita gizi buruk 0,61% dan gizi kurang 7,47%

Penyakit terbanyak diderita didaerah ini adalah ISPA, Gastritis dan Influenza. Melihat kepadatan jumlah penduduk yang ada (678,44 jiwa/km2) maka resiko penularan penyakit melalui udara ini menjadi lebih besar, terutama didaerah yang akan terkena rencana pembangunan. Polusi udara didaerah sekitar pembangunan akan berpotensi memperburuk penularan.
   
Sanitasi lingkungan yang meliputi penyediaan air bersih, pembuangan limbah dan pengelolaan sampah. Penyediaan air bersih  oleh PDAM Kabupaten yang melayani 14 kecamatan, sedangkan kecamatan yang tidak terlayani mengandalkan pada sumber air tanah. Pengelolaan air limbah buangan RT melalui saluran pembuangan , tetapi belum terintegerasi dengan baik, sehingga apabila hujan turun berpotensi menyebabkan timbulnya genangan air. Demikian pula untuk pembuangan sampah dikelola masing-masing RT dengan dibakar atau dikumpulkan oleh petugas kebersihan, dimana kemudian dibuang pada satu tempat untuk dilakukan pengelolaan secara open dumping.
   
Sumber air bersih diperoleh masyarakat dengan berlangganan air PDAM dan air tanah. Sedangkan SPAL ada tetapi tidak terintegrasi dengan baik, sehingga berpotensi menimbulkan genangan air pada waktu hujan. Sistem pembuangan sampah dilakukan oleh petugas kebersihan, dimana diangkut dan kemudian dibuang ke TPA secara open dumping.. Sedangkan yang tidak diangkut oleh petugas kebersihan, dikelola sendiri dengan dibakar.



Penutup


Pengelolaan dan pemantauan lingkungan pada paket pembangunan jalan tol Ngawi – Ketosono Paket 3 semester 1 telah dilaksanakan,   sehingga informasi ini memudahkan instansi yang melakukan pengendalian dampak lingkungan dalam penyelesaian permasalahan lingkungan dan perencanaan pengelolaan lingkungan hidup dalam skala yang lebih besar.



Kamis, 27 September 2018

Ayo Membiasakan Sensor Mandiri di Lingkungan Keluarga

Membiasakan Sensor Mandiri di Lingkungan Keluarga Terhadap Film di Tengah Banjir Informasi



Selama ini, yang kita tahu tukang sensor Film adalah Lembaga Sensor Filem Indonesia (LSF). Lembaga ini dibentuk berdasarkan Undang-undang No 33 Tahun 1999, didukung dengan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2014. Pada Udang-undang No 33 Tahun 2009  pasal 57 dinyatakan bahwa setiap film dan iklan film dan iklan film yang akan diedarkan wajib memperoleh tanda lulus sensor yang diterbitkan setelah dilakukan penyensoran yang meliputi, penelitian dan penilaian tema, gambar adegan, suara dan teks terjemahan suatu film yang akan diedarkan dan/atau dipertujukkan kepada khalayak ramai dengan penentuan penggolongan usia. Nah sekarang kita juga "diwajibkan" menjadi tukang sensor untuk tonton di lingkungan keluarga.

Seperti apakah Sensor Mandiri?


Saat ini diera digital, dengan ditandai semua serba digital. Membaca surat kabar tidak lagi Koran akan tetapi telah beralih pada surat kabar elektronik. Mengetik pun sudah menggunakan komputer. Sehingga jika dijumpai ada surat masih menggunakan mesin ketik maka dalam fikiran ini pasti dari desa tertinggal yang belum masuk listrik. Surat-suratan sekarang hanya untuk lembaga resmi sudah banyak beralih ke email. Sedang untuk orang kebanyakan telah digantikan fungsinya oleh WA dan sms. Hebatnya lagi akibat revolusi digital ini semua bentuk informasi, koran, telepon, surat, tv, mesin ketik dan bioskop telah terangkum dalam satu genggaman dengan alat yang dinamakan telepon pintar (smart phone). 

Nonton film di TV  mulai ditinggalkan semua beralih ke aplikasi HOOQ, VIU atau pada web seperti bioskopkeren.xyz, bioskop21.com dan masih banyak lagi. Semua film yang disajikan ada yang sudah disensor LSF ada yang belum. Mungkin banyak yang belum (banyak filem pendek atau filem yang disajikan para blogger). Bioskop mulai diminati kembali. Di sinilah diperlukan adanya sensor mandiri dari kita untuk keselamatan kita dan keluarga. 

LSF yang salah satu amanat tugasnya adalah untuk melindungi masyarakat dari pengaruh negatif filem dengan melakukan penyensoran filem dan iklan filem, juga melakukan literasi kepada masyarakat melalui kegiatan sosialsiai sensor mandiri.  Sebagaimana yang dilaksanakan di Provinsi Bengkulu, bekerjasama dengan Blogger Bengkulu dalam tentuk Talk Show yang bertemakan Budayakan Sensor Mandiri Dari Lingkungan Keluarga.  Kegiatan tersebut dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 26 September 2018 di Konakito yang berlokasi di Kawasan Wisata Tapak Paderi Bengkulu. Sebagai narasumber Talksho tersebut adalah Milda Ini (Seorang Penulis Berbakat dan Ketua Blogger Bengkulu) dan Noor Saadah M. Kom (Anggota Komisi II LSF Bidang Hukum dan Advokasi, serta dapurnya kuis Milionaire yang fenomenal, kita terkagum dengan pesertanya, seperti Ensiklopedia berjalan)


Peserta Talk Show LSP dan Blogger Bengkulu


Sensor mandiri adalah perilaku secara sadar dalam memilah dan memilih tontonan. Di era digital ini, dengan sebuah smart phone kita dapat menonton filem apa saja, kapan saja, di mana saja dan dengan siapa saja, dengan syarat paket tersedia atau di rumah telah dipasang wifi tentunya. Sensor mandiri yang dilakukan adalah sebelum menonton kita perlu menilai apakah pantas atau tidak pantas untuk ditonton, terutama oleh anak-anak di rumah. 

Bagaimana Melakukan Sensor Mandiri ?


Untuk memilah atau memilih sebuah film perlu mempertimbangkan filem ini untuk usia berapa? LSF telah mengelompokkan Filem berdasarkan kategori usia seperti untuk semua umur (SU), penonton usia tiga belas tahun atau lebih (13+), penonton usia 17 tahun atau lebih (17+) dan penonton usia 21 tahun atau lebih (21+).

Kemudian memilih Filem tentang apa? Bagaimana gambar, adegan, dialog dalam film? Adakah hikmah yang dapat diambil dari filem? Film yang baik adalah yang dapat memberikan motivasi dan inspirasi ke arah kebaikan, tidak hanya melulu hiburan. Seperti  film Negeri 5 Menara memotivasi anak untuk dapat bertahan belajar di Pondok Pesantren sampai selesai. Film Laskar Pelangi yang menggambarkan seorang murid mampu berprestasi mencapai cita-cita meskipun dengan keterbatasan. Filem KCB yang memotivasi untuk bergaul dan mencari jodoh secara islami.


Saran untuk dibaca:

Melepas Anak Belajar di Pesantren 


Adegan dalam film cepat sekali ditiru oleh kalangan anak-anak, remaja atau bahkan orang dewasa. Seperti Film Dilan, pernyataan "kamu tidak akan kuat, biar aku saja" menjadi omongan, meme yang menjadi viral hampir di semua jenjang umur. Itu bukti.


Berfoto Bersama dengan Nara Sumber

Dalam melakukan sensor mandiri, ada beberapa tips yang diberikan oleh Mildaini sorang Ibu yang menghasilkan buku best seller bulan September ini, yaitu dampingi anak-anak menonton, batasi jam menonton, pilih film yang sesuai dengan anak, serta mengingatkan hal-hal yang baik pada anak untuk ditiru.Jangan dibiasakah anak-anak terlalu ketergantungan dengan HP.

Sanggupkah dari lingkungan keluarga melakukan sensor mandiri? Perjuangan yang sangat berat. Derasnnya arus globalisasi memampar kita semua. Tidak perduli kapanpun dan dimanapun. Kita dijejali oleh tontonan sampai ke kamar tidur. Akan susah mengontrol pada kondisi yang sedemikian ini.  Belum lagi konten negatif di internet yang menjamur. Sepertinya diblokir satu tumbuh seribu. Dalam hal ini peran dan kebijakan dari pemerintah sangat diperlukan. Pembatasan tayangan film atau sinetron di televisi, dan penghapusan tayangan atau kata-kata yang mengandung hal-hal negatif, pornografi, amoral, budaya atau faham yang tidak sesuai. Seperti perilaku "Bencong" sangat tidak layak, karena membiasakan penonton dengan perilaku LGBT yang selalu muncul di televisi.

Sensor mandiri ini akan berhasil jika anak dibekali dengan keimanan dari pemahaman agama. Penanaman nilai-nilai agama dan budi perkerti menjadi penting dilakukan di lingkungan keluarga dan lingkungan sekolah. Orang tua dapat mengajarkan self control pada anak-anak, untuk memilih tontonan yang susuai dengan nila dan norma yang diketahui dari pelajaran yang diterima di keluarga dan sekolah. Dengan pemahaman nilai agama dan budi pekerti dapat menjadi benteng diri bagi anak-anak dalam pengaruh negatif dari informasi atau tontonan yang diterima. Persoalannya adalah apakah pendidikan agama dan budi pekerti di sekolah dan di rumah telah dapat berjalan dengan baik dan memadai?

Penyajian Noor Saadah dari LSF


Selanjutnya apakah sensor mandiri ini sudah mulai difahami oleh masyarakat. Seperti diceritakan oleh Ibu Noor Saadah, ada seorang ibu rumah tangga yang bekerja sebagai tukang cuci. Ketika dia pergi bekerja, anaknya ditemani dengan TV agar lebih aman tidak menangis dan berkeliaran. Tayangan TV tidak bisa dibatasi bebas menemani anak ibu tadi. Gerakan sosialisasi atau kampanye untuk penyadaran agar dapat melakukan sensor mandiri perlu dilakukan. Tapi hal ini saya pesimis, hasil akhirnya seperti rokok, peringatan hanya untuk persyaratan semata. Iklan dan pemasaran produk dilakukan dengan gencar. Omset rokok tetap tinggi. Perilaku merokok di kalangan siswa ada terus. Seperti rokok, sensor mandiri hanya tema kampanye dan Sensor LSF sebagai persyaratan kelayakan film untuk beredar, penayangannya "trabas" aturan dan penonton pun tidak peduli rambu-rambu usia.

"Dengan pemahaman nilai agama dan budi pekerti dapat menjadi benteng diri bagi anak-anak dalam pengaruh negatif dari informasi atau tontonan yang diterima."


Seiring dengan  kemajuan dan kesadaran masyarakat tentang manfaat dan bahannya informasi atau tontonan, maka pemilihan akan berjalan secara spontan. Film yang norak dan tidak berkualitas akan tidak laku. Televisi  dengan tayangan sinoteron picisan akan ditinggalkan oleh penontonnya. Terbukti, ILC sebuah tayangan live show memiliki rating tertinggi ditunggu oleh pemirsa.


Kampanye Sensor Mandiri


Kampanye kesadaran untuk memilah dan memilih film melalui komunitas seperti komunitas Blogger sangat positif. Seorang blogger di komunitas memiliki jaringan di media sosial cukup luas, sehingga penyebaran informasi di semua kalangan terutama pada kalangan milenial. Sebuah generasi yang langsung terkoneksi dengan jaringan internet. Generasi yang mati gaya kalau tidak bisa  update status. Mereka yang paling banyak terpapar dengan informasi dan tontonan digital. Informasi yang tersebar luas dan menjadi topik pembicaraan di komunitas Blogger diharapkan dapat memberikan pemahaman yang positif dan mampu membangun kesadaran untuk melakukan sensor mandiri terhadap tontonan yang kan ditonton. Apresiasi yang stinggi-tingginya pada Blogger Bengkulu dan Terimakasih yang sebanyaknya kepada LSF.


Sertifikat bukti kehadiran dan kepedulian Sensor Mandiri


Akan Berhasilkah? Informasi yang baik diterima secara terus menerus akan melahirkan kebenaran. Kebenaran akan melahirkan keyakinan. Keyakinan didasarkan pada agama akan menghasilkan keimanan. Keimanan akan mewujudkan budi yang baik atau Ahlakul karimah.




Informasi : 

Tulisan ini diikutkan lomba: 
#NulisSerempak Lebaga Sensor Filem Bersama Blogger Bengkulu
loading...

Komunitas

Blogger Bengkulu

Popular Posts This Week